MAN Purworejo Gelar Bimbingan Muqri’ Yanbu’a Guna Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Al-Qur’an

PURWOREJO – Dalam upaya meningkatkan kualitas baca tulis dan pemahaman Al-Qur’an, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purworejo sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Muqri’ Metode Yanbu’a. Acara pembinaan keagamaan ini berlangsung dengan khidmat selama dua hari, yakni pada hari Jum’at hingga Sabtu, 27-28 September 2024, bertempat di lingkungan kampus MAN Purworejo. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki fondasi keagamaan yang kuat dan berakhlakul karimah.
Metode Yanbu’a sendiri dikenal luas sebagai salah satu metode pembelajaran membaca, menulis, dan menghafal Al-Qur’an yang sistematis dan praktis, bersanad langsung dari Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an, Kudus. Bimbingan khusus bagi para Muqri’ (pengajar atau pembimbing Al-Qur’an) ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, menstandarisasi kualitas bacaan (tahsin), serta membekali para pendidik dengan metodologi pengajaran yang tepat. Dengan adanya standar pengajaran yang komprehensif, diharapkan proses transfer ilmu kepada para siswa dapat berjalan jauh lebih efektif.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta yang terdiri dari para guru, pembimbing keagamaan, serta sivitas akademika MAN Purworejo tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi. Bimbingan ini dipandu oleh para narasumber mumpuni yang telah memiliki sertifikasi (syahadah) resmi dalam mengajarkan metode Yanbu’a. Materi yang disampaikan tidak hanya berkutat pada teori tajwid dan makhorijul huruf, tetapi juga melibatkan praktik membaca secara langsung serta simulasi mengajar yang interaktif.
Pihak penyelenggara menekankan bahwa peran seorang Muqri’ di lingkungan madrasah sangatlah vital. Kehadiran pembimbing Al-Qur’an yang tersertifikasi diharapkan mampu memberantas buta huruf Al-Qur’an di kalangan pelajar, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap kitab suci dalam kehidupan sehari-hari. Melalui bimbingan intensif ini, madrasah menargetkan agar seluruh peserta didiknya kelak dapat membaca Al-Qur’an dengan tartil dan sesuai kaidah ilmu tajwid yang benar.

Ke depannya, ilmu dan metodologi yang didapatkan dari Bimbingan Muqri’ Yanbu’a ini akan langsung diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar maupun program keagamaan ekstrakurikuler di MAN Purworejo. Para peserta bimbingan kini memikul amanah mulia sebagai garda terdepan dalam pembinaan spiritual siswa. Kegiatan positif semacam ini diharapkan dapat terus diagendakan secara berkesinambungan guna menjaga kualitas serta sanad keilmuan Al-Qur’an di lingkungan madrasah.
Jika Anda masih menginginkan jawaban atau artikel yang lebih spesifik berdasarkan postingan di website yang Anda bagikan tersebut, Anda dapat menempelkan (paste) teks atau detail dari foto kontennya di sini, dan saya akan mencoba membuatkannya berdasarkan teks tersebut.